Desa Rumbio Jadi Pusat Pengabdian Siswa SMA Plus Riau, Dari Cek Kesehatan Hingga Bakti Sosial
KAMPAR - Sebanyak 185 siswa angkatan 26 SMA Plus Provinsi Riau melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Rumbio, Kecamatan Kampar, Kabupaten Kampar. Kegiatan yang berlangsung selama sepekan, 10-17 Desember 2025 ini, fokus pada pemberdayaan sosial dan penguatan relasi antara institusi pendidikan dengan warga lokal.
Kepala Desa Rumbio, Andri Saputra, menyambut positif kehadiran para siswa serta 10 guru pembimbing yang turut mendampingi selama masa pengabdian. Menurutnya, kolaborasi ini membawa dampak nyata bagi geliat aktivitas di desanya.
"Salah satu agenda utama dalam pengabdian ini adalah pemeriksaan kesehatan gratis yang diinisiasi oleh Ikatan Alumni SMA Plus Provinsi Riau," ujar Andri Saputra, Senin (19/1).
Dikatakannya, aksi ini menyasar warga setempat yang membutuhkan akses kontrol kesehatan cepat tanpa dipungut biaya. Selain layanan kesehatan, para siswa juga menyalurkan bantuan berupa 100 paket sembako yang ditujukan bagi masyarakat kurang mampu di wilayah Desa Rumbio.
Tak hanya aspek sosial-ekonomi, kegiatan ini juga menjadi ajang penguatan karakter melalui Pelantikan Bintara Pramuka SMA Plus Provinsi Riau. Sebagai penutup rangkaian acara, digelar Pentas Seni yang dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Camat Kampar, serta Camat Rumbio Jaya.
"Kegiatan ini mencakup berbagai aspek, mulai dari gotong royong membersihkan lingkungan, senam sehat bersama warga, hingga malam puncak kesenian yang menyatukan siswa dan masyarakat," kata Andi.
Pada malam puncak, selain agenda penyalaan api unggun, pihak SMA Plus juga memberikan pelakat kepada pemerintah Desa Rumbio sebagai bukti telah melaksanakan kegiatan pengabdian di desa tersebut.
Kades berharap, momen pengabdian ini tidak hanya menjadi syarat akademis bagi siswa, tetapi juga menjadi bukti bahwa kecerdasan intelektual di bangku sekolah harus berjalan selaras dengan empati sosial di tengah masyarakat.
"Sebab, setinggi apa pun ilmu yang dikejar, ia akan kehilangan maknanya jika gagal menyentuh realitas di akar rumput," pungkasnya.